BELATUNG BELATUNG!

Senin, 07 Mei 2012


BUSUR BREDIG
Pembuatan koloid menggunakan listrik tegangan tinggi.
 Dengan cara:
1.Arus listrik bertegangan tinggi dialirkan melalui dua buah elektrode logam (bahan terdispersi).
2.Kemudian, kedua elektrode itu dicelupkan ke dalam air hingga kedua ujung elektrode itu hampir bersentuhan agar terjadi loncatan bunga api listrik.
3.Loncatan bunga api listrik mengakibatkan bahan elektrode teruapkan membentuk atom-atomnya dan larut di dalam medium pendispersi membentuk sol.
  Logam-logam yang dapat membentuk sol dengan cara ini adalah platina, emas, dan perak.


REAKSI HIDROLISIS
Reaksi hidrolisis adalah reaksi suatu zat dengan air (penguraian garam dengan air).
Contoh:
Sol Fe(OH)3 dibuat melalui hidrolisis larutan FeCl3, yaitu dengan memanaskan larutan FeCl3. Hidrolisis larutan AlCl3 akan menghasilkan koloid Al(OH)3. Reaksinya adalah:
  FeCl3(aq) + 3H2O(l) → Fe(OH)3(s) +3HCl(aq)
  AlCl3(aq) + 3H2O(l)  → Al(OH)3(s) + 3HCl(aq)

PERGANTIAN PELARUT
  Cara ini dilakukan dengan mengganti medium pendispersi sehingga fasa terdispersi yang semula larut setelah diganti pelarutanya menjadi berukuran koloid. Misalnya:

-
Untuk membuat sol belerang yang sukar larut dalam air tetapi mudah larut dalam alkohol seperti etanol dengan medium pendispersi air, belarang harus terlebih dahulu dilarutkan dalam etanol sampai jenuh. Baru kemudian larutan belerang dalam etanol tersebut ditambahkan sedikit demi sedikit ke dalam air sambil diaduk. Sehingga belerang akan menggumpal menjadi pertikel koloid dikarenakan penurunan kelarutan belerang dalam air.
  - Sebaliknya, kalsium asetat yang sukar larut dalam etanol, mula-mula dilarutkan terlebih dahulu dalam air, kemudian baru dalam larutan tersebut ditambahkan etanol maka terjadi kondensasi dan terbentuklah koloid kalsium asetat.

homogenisasi
Pembuatan koloid jenis emulsi dapat dilakukan dengan menggunakan mesin penghomogen sampai berukuran koloid. Cara ini digunakan pada pembuatan susu. Partikel lemak dari susu diperkecil sampai berukuran koloid dengan cara melewatkan melalui lubang berpori dengan tekanan tinggi. Jika ukuran partikel sudah sesuai ukuran koloid, selanjutnya didispersikan ke dalam medium pendispersi.

Selasa, 29 November 2011

MENGAPA KITA DILARANG MENIUP MAKANAN ATAU MINUMAAAN?

POST SELANJUTNYAAAAAAA, post kali ini tentang kenapa kita ga bole niup makanan atau minumaaan, eng ing eng, semoga siswa siswi sman 8 tangerang dan para masyarakat pada baca tentang hal ini yaa, ini penting lhoo, saya ambil dari beberapa sumber, jadi ini agak copy paste heuhe bukan buatan sayaa.
Seringkali kita melihat, seorang Ibu ketika menyuapi anaknya makanan yang masih panas, dia meniup makanannya lalu disuapkan ke anaknya. Bukan cuma itu, bahkan orang dewasa pun ketika minum teh atau kopi panas, sering kita lihat, dia meniup minuman panas itu lalu meminumnya. Benarkan cara demikian?
Cara demikian tidaklah dibenarkan dalam Islam, kita dilarang meniup makanan atau minuman.
Sebagaimana dalam Hadits Ibnu Abbas menuturkan "Bahwasanya Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam melarang bernafas pada bejana minuman atau meniupnya". (HR. At Turmudzi dan dishahihkan oleh Al-Albani).
Awalnya saya tidak mengetahui hikmahnya, bagi saya pribadi, ketika datang hadits pada saya mengenai suatu hal, maka semampunya coba saya lakukan, walaupun saya belum tahu hikmahnya, dan sebenarnya memang tidak harus tahu.
Begitu juga ketika saya pertama kali mendengar hadits ini, saya hanya berusaha mengamalkan saja, bahwa kita dilarang meniup makanan atau minuman,itu juga yang saya lakukan kepada anak saya.
 Hati-hati minuman yang masih panas.  
           Hati-hati dengan makanan/minuman yang masih panas. 
Dan alhamdulillah ketika tadi coba browse ke internet, ternyata dari salah satu milis kimia di Indonesia, ada yang menjelaskan secara teori bahwa: apabila kita hembus napas pada minuman, kita akan mengeluarkan CO2 yaitu carbon dioxide, yang apabila bercampur dengan air H20, akan menjadi H2CO3, yaitu sama dengan cuka, menyebabkan minuman itu menjadi acidic. dan saya ingat juga bahwa Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam menyuruh kita ketika minum seteguk demi seteguk, jangan langsung satu gelas sambil bernapas di dalam gelas, hal ini juga dilarang, ternyata saya baru tahu sekarang hikmahnya, bahwa ketika kita minum langsung banyak, maka ada kemungkinan kita akan bernapas di dalam gelas, yang akan menyebabkan reaksi kimia seperti di atas.
Ulasan yang saya sampaikan, mungkin bukan hikmah keseluruhan, karena Ilmu Allah tentu lebih luas dari ilmu manusia, bisa jadi itu adalah salah satu hikmah dari puluhan hikmah lainnya yang belum terungkap oleh manusia.
Kewajiban kita hanyalah mendengar dan menta'atiNya Perkara hikmah apa yang ada dalam larangan itu, urusan belakangan. Yang penting kita sudah mencoba mentaatiNya.

POSISI TIDUR MENURUT SUNNAH RASUL

Post kali ini tentang, cara tidur berdasarkan sunnah rasul, bagi orang orang yang baca blog ini, trutama bagi siswa siswi sman 8 tangerang yang baca blog ini bisa di coba posisi tidurnya, bermanfaat men! hahaha

Tidur yang baik menurut sunnah rosul


sunnah rosul posisi tidur baik
Bagaimana posisi tidur yang baik? Baik untuk jasmani maupun rohani. Pernahkah terbenam pertanyaan seperti itu pada benak Anda? Tahukah jawabannya? Mungkin dari sebagian orang mengabaikan hal ini karena dianggap tidak penting. Namun bagi sebagian orang yang peduli dengan kesehatan dan syariah islam akan sangat memperhatikan hal ini demi menjaga adab dan etika dalam tidur.

Tidur merupakan salah satu aktivitas penting dalam kehidupan. Pada saat tidur, sistem saraf otak otot dan bagian tubuh lainnya beristirahat dan mengembalikan fungsinya masing-masing. Bagi muslim, tidur penting karena saat yang baik untuk mengumpulkan tenaga dan energi untuk beribadah kepada Allah.

Rosulullah memberikan contoh baik dalam segala perilaku dan tindakannya, termasuk posisi saat tidur. Posisi tidur yang baik yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW adalah dengan cara menghadap ke kanan dengan tulang rusuk kanan sebagai tumpuan dan tangan kanan sebagai bantalan saat tidur. “Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu.” (HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710). Tidak mengapa jika setelah tertidur posisi berubah  menghadap ke kiri atau bagaimana pun.

Cara tidur yang baik berdasarkan hadits riwayat berikut ini: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila tidur meletakkan tangan kanannya di bawah pipi kanannya.” (HR. Abu Dawud no. 5045, At Tirmidzi No. 3395, Ibnu Majah No. 3877 dan Ibnu Hibban No. 2350). Hal tersebut diperkuat sesuai sabda Rasul: "Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu" (HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710).

Dalam hal ini, posisi tidur yang dianjurkan rosul juga dibenarkan oleh para peneliti sangat bermanfaat. Hal ini juga mematahkan anggapan bahwa posisi tidur dengan badan terlentang adalah benar.

Tidak diperbolehkan untuk tidur berposisi tertelungkup dengan perut sebagai tumpuannya karena hal ini sangat dimurkai oleh Allah. “Sesungguhnya (posisi tidur tengkurap) itu adalah posisi tidur yang dimurkai Allah Azza Wa Jalla.” (HR. Abu Dawud dengan sanad yang shohih).

Selain posisi tidur, waktu dalam tidur juga sudah diajarkan oleh rosul.  Rosul menyarankan kita untuk beristirahat/tidur tidak terlarut malam untk melakukan hal yang tidak bermanfaat seperti berbincang-bincang yang tidak baik, melakukan hal yang tidak bermanfaat, dan lainnya. Sebaiknya tidur setelah melakukan sholat isya terkecuali adanya keadaan darurat seperti menghafal ulang pelajaran, membaca Al-Qur'an, dan yang sifatnya bermanfaat.

Sebelum pergi tidur, hendaknya lebih dulu berwudhu seperti saat akan melakukan sholat seperti bagaimana hadits berikut ini: “Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhumu untuk melakukan sholat.” (HR. Al-Bukhari No. 247 dan Muslim No. 2710).

Selain itu juga sangat dianjurkan untuk membaca doa sebelum tidur. Ada pun etika berdoa sebalum tidur yaitu Membaca ayat kursi, membaca sejumlah dua ayat terakhir pada surat Al-Baqarah, mengatupkan kedua telapak tangan lalu meniup dan membacakan surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, An Nas lalu mengusapkannya pada bagian tubuh yang bisa dijangkau mulai dari atas kepala hingga ujung kaki sebanyak 3x.

Hendaknya doa tidur diakhiri dengan doa berikut:
باسمك ربيوضعت جنبي وبك أرفعه إن أ مسكت نفسي فا ر حمها و إ ن أ ر سلتها فاحفظها بما تحفظ به عبادك الصا لحين

“Bismikarabbii wa dho’tu jambii wa bika arfa’uhu in amsakta nafsii farhamhaa wa in arsaltahaa fahfazhhaa bimaa tahfazha bihi ‘ibaadakasshaalihiin.”

Artinya: “Dengan Nama-Mu, ya Rabb-ku, aku meletakkan lambungku. Dan dengan Nama-Mu pula aku bangun daripadanya. Apabila Engkau menahan rohku (mati), maka berilah rahmat padanya. Tapi apabila Engkau melepaskannya, maka peliharalah, sebagaimana Engkau memelihara hamba-hamba-Mu yang shalih.” (HR. Al-Bukhari No. 6320, Muslim No. 2714, Abu Dawud No. 5050 dan At-Tirmidzi No. 3401)